MEMANG ini soal remeh-temeh belaka. Tentang penerapan tata bahasa yang baik dan benar, atau paling pas dan tepat. Mantan berdasarkan aturan tata bahasa dipakai untuk suatu jabatan yang sudah tak diduduki, misalnya bupati, camat, kepala bagian, dsb dsb. Jadi frasa ''mantan pacar'' dinilai tidak atau kurang tepat, karena pacar bukanlah suatu jabatan (formal).
Namun frasa ''bekas pacar'' dirasa-rasa juga kurang enak dan kurang manusiawi. Namanya pacar jelas manusia, individu yang perlu dihargai derajat dan martabatnya. Kata ''bekas'' lebih tepat digunakan pada barang atau benda tak hidup lainnya. Contohnya bekas rumah, bekas kuburan, bekas lapangan, bekas sekolah, dll dll. Jadi, bukan mantan sekolah, mantan kuburan, mantan lapangan ............
Seringkali kita ceroboh memakai ''mantan'' untuk semua yang bersifat ''bekas''. Kalau semua di-gebyah uyah, bisa muncul sepatu mantan, baju mantan, ponsel mantan, dst dst.
Ngomong-omong bicara tentang ''mantan'' pacar kok asyik juga ya. Kita bisa mengenang kekonyolan-kekonyolan, kepahitan yang romantis, perjuangan-perjuangan demi merebut hatinya, kepalsuan-kepalsuan, bahkan mungkin dukun-dukun yang dimintai tolong untuk melempangkan jalan menuju hubungan yang diinginkan. Wah, pokoknya macem-macem deh.
Saya kira jika ada yang mau mengisahkan tentang ''mantan-mantan'' pacarnya, boleh juga sebagai penyegar suasana. Siapa tahu banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sana. Ayo, siapa yang bersedia dan merelakan diri memulai ? Tapi, memang hal itu bersifat pribadi sehingga biasanya disimpan untuk diri sendiri atau berdua saja. Jadi, merupakan rahasia yang orang lain barangkali tak boleh tahu atau dengar.
Mas Nasih, apa komentarmu ? Bagaimana kabar ''mantan'' yang dulu suka meminjami catatan pelajaran ? Lalu, soal Mbak Tatik itu kok sampai sekarang belum ada follow up-nya ? Kutagih janjimu !!
Namun frasa ''bekas pacar'' dirasa-rasa juga kurang enak dan kurang manusiawi. Namanya pacar jelas manusia, individu yang perlu dihargai derajat dan martabatnya. Kata ''bekas'' lebih tepat digunakan pada barang atau benda tak hidup lainnya. Contohnya bekas rumah, bekas kuburan, bekas lapangan, bekas sekolah, dll dll. Jadi, bukan mantan sekolah, mantan kuburan, mantan lapangan ............
Seringkali kita ceroboh memakai ''mantan'' untuk semua yang bersifat ''bekas''. Kalau semua di-gebyah uyah, bisa muncul sepatu mantan, baju mantan, ponsel mantan, dst dst.
Ngomong-omong bicara tentang ''mantan'' pacar kok asyik juga ya. Kita bisa mengenang kekonyolan-kekonyolan, kepahitan yang romantis, perjuangan-perjuangan demi merebut hatinya, kepalsuan-kepalsuan, bahkan mungkin dukun-dukun yang dimintai tolong untuk melempangkan jalan menuju hubungan yang diinginkan. Wah, pokoknya macem-macem deh.
Saya kira jika ada yang mau mengisahkan tentang ''mantan-mantan'' pacarnya, boleh juga sebagai penyegar suasana. Siapa tahu banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sana. Ayo, siapa yang bersedia dan merelakan diri memulai ? Tapi, memang hal itu bersifat pribadi sehingga biasanya disimpan untuk diri sendiri atau berdua saja. Jadi, merupakan rahasia yang orang lain barangkali tak boleh tahu atau dengar.
Mas Nasih, apa komentarmu ? Bagaimana kabar ''mantan'' yang dulu suka meminjami catatan pelajaran ? Lalu, soal Mbak Tatik itu kok sampai sekarang belum ada follow up-nya ? Kutagih janjimu !!
Komentari dhewe sik.
BalasHapusYen ono bekas pacar berarti ugo ono pacar bekas .......
ada bekas pacar yang masih digunakan lo....!
BalasHapussoal kenangan lama, rasa-rasanya yen wis diungkap malah hilang kenangannya, jadi kupikir lebih baik tetap bersemayam dalam hati, awet ... dan tetap dapat dikenang.
BalasHapusSaya jadi teringat Tahid, kemana koq sepi apa jadi ia memanjat tembok China lagi ?
Nek pacar ki janjane yo iso dadi "jabatan/status" walau jabatan tidak sama dengan status. Dadi nganggo kata "mantan" yo ora opo - opo. Nek nganggo "bekas" kok koyo barang lan aku setuju karo Mas Beno kuwi ora manusiawi. Nek istilah "mantan" lam "bekas" kurang pas, piye nek nganggo istilah "alumni" utowo "alumnus". Contone "alumni Pacar Mas Beno" utowo "alumnus pacar Mas Beno" wow keren bo...
BalasHapusSing luwis pas istilahe "Koleksi Pacar Beno".
BalasHapusPada kurun waktu tertentu, tinggal dituliskan namanya ...
Disamping spt mas Nasih blg perlu ditulis periodenya biar lebih komplit dan gampang mencarinya kembali, perlu ditulis juga nomer registrasinya
BalasHapusPerasaan, saya nggak punya ''pacar bekas'' di SMP. Kalau sir-siran, buanyak (dasar kadal !). Mas Nasih punya daftar lengkapnya. Yang pengin tahu, silakan kontak beliau.
BalasHapusdaftare wis tak pasang ing ngisor kari dipenthelengi.
BalasHapusWuahahahahahaha .......
BalasHapusLa mau dipentelengi karo nangis..., saiki wis keli alias kebanjiran. hihi....
BalasHapusMasih ada kok, Mbak, daftarnya. Cuma, kalau mau lihat ada syaratnya. Merem dulu, ambegan landhung, mbayangke ................... lha malah bablas sare !!
BalasHapusTatik ...
BalasHapusDipeluk kebekuan Yichang
Kutunggu di lembah Wuhan
Diantara putih salju
Wuahaaaahahaha
(Asalkan jangan datang bersama Nasih)
semakin jauh di mata, tetapi semakin dekat di hati ...
BalasHapusTatik telah menjelma menjadi panda. Podo putihe, tapi yen panda tertentu kan ono belang irenge. Lha yen Tatik opo ugo ono belange yo ?????
BalasHapusNek panda ki putih belang ireng, nek mbak Tatik ireng belang putih hw...a... huuuuaaa....aaaa haaa..... (mksdku rambute lho wis podo belang putih) podo karo aku nek ora semiran he...3
BalasHapusngomongin bekas pacar emang seru ya, sampai ke negeri china pun masih ingat mantan pacar. Maaf ya saya agak lama gak nimbrung, lagi liburan di rumah sakit, ada batu mengganjal di ginjal dan harus di ambil. Untung sekarang teknologi udah canggih jadi gak usah di bedel-bedel cukup di tembak. cuma istirahat 5 hari sudah bisa kerja lagi. sekarang dah bisa nyambung lagi.
BalasHapusWalah ternyata Mas Bambang Supriyadi habis mondok karena batu ginjal to...
BalasHapusMas habis lebaran lalu saya juga kena batu ginjal, tapi alhamdulillah tidak perlu sampai operasi, aku minum 2,5 botol KALKURENAL dan dadal, per botol harganya 125.000, beli di apotik. Sekarang alhamdulillah sudah berani makan pete lagi, sate kambing n ngopi ha...3 dasar cah nekat..
Syukurlah, saya kira Mas Bambang ikut Mas Tahid ke Negeri Panda ... memburu Mbak Tatik.
BalasHapusAwak tua memang ada-ada saja yang kendho atawa sowak.
Mas Anto, saya mau ikut nyemir rambut ah ......